Foto : IGfifaworldcup, Joan Monfort
NEW YORK, SUARASOLO.id – Partai puncak Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Argentina dan Spanyol di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026), tidak hanya sekadar perebutan trofi juara.
Laga ini dipenuhi oleh keajaiban takdir yang melibatkan “angka 19” antara sang megabintang Lionel Messi (39) dari Argentina dan talenta muda Spanyol, Lamine Yamal (19).

Pertemuan kedua pemain di final kali ini bak cerita fiksi yang menjadi kenyataan. Angka 19 tercatat mendominasi seluruh aspek krusial dalam sejarah hubungan emosional dan karier kedua pemain tersebut.
Kisah magis ini bermula tepat 19 tahun yang lalu, yakni pada Desember 2007. Saat itu, Lionel Messi yang baru berusia 19 tahun bertukar momentum langka dalam sebuah acara amal yang diprakarsai oleh UNICEF. Di atas sebuah bak mandi kecil berwarna biru, Messi memandikan Lamine Yamal yang kala itu masih bayi.

Menariknya, saat momen pemotretan bersejarah oleh fotografer Joan Monfort itu terjadi, Messi merupakan punggawa FC Barcelona yang mengenakan nomer punggung 19.
Kini, takdir membawa mereka kembali berhadapan di panggung tertinggi sepak bola dunia pada tanggal 19 Juli 2026. Di sisi lain, Lamine Yamal yang kini berusia 19 tahun, juga mengenakan nomor punggung 19 saat membela Tim Nasional Spanyol di turnamen ini.

Pertandingan ini tidak hanya menjadi duel perebutan gelar juara dunia, melainkan juga simbol estafet generasi sepak bola modern yang terhubung lewat keajaiban angka 19.
Mengutip dari surat kabar asal Catalonia, “Diari Sport”, saat itu tengah diadakan program kalender amal tahunan yang menggandeng badan anak-anak PBB, “UNICEF”, sebagai mitra.

Konsep dari acara tersebut adalah mempertemukan para pemain utama Barcelona dengan bayi-bayi dari keluarga kurang mampu atau bisa juga masyarakat lokal untuk sesi foto.
Pada saat itu, Lamine Yamal yang baru berusia 5 bulan, memenangkan undian yang diadakan oleh UNICEF di lingkungan mereka untuk bisa ikut serta dalam sesi foto amal tersebut.
Kala itu, Yamal berasal dari keluarga yang sederhana dimana mereka tinggal di daerah Rocafonda, Mataró, sebuah daerah imigran kelas pekerja.

Fakta Unik Messi dan Yamal
Berikut adalah beberapa fakta unik dibalik foto legendaris tersebut :
Fakta unik pertama di Balik Layar Sesi Foto yaitu Messi yang Pemalu. Fotografer yang mengambil foto tersebut, Joan Monfort, menceritakan bahwa proses pemotretan tidaklah mudah.

Messi saat itu baru menginjak usia 19 tahun dan merupakan pemuda yang sangat pemalu dan tertutup. Dia tiba-tiba dihadapkan pada situasi di mana dia harus berinteraksi dengan bayi berumur beberapa bulan di dalam bak mandi plastik.
Momen Air: Awalnya Messi tidak tahu bagaimana harus bersikap atau memegang bayi tersebut. Namun, dengan bantuan ibu Lamine Yamal (Sheila Ebana), Messi perlahan mulai mencair.

Dia menggunakan handuk, tersenyum, dan air di bak mandi plastik itu menjadi saksi pertemuan pertama dua talenta lintas generasi.
“Messi adalah anak yang sangat pemalu, dia keluar dari ruang ganti dan tiba-tiba berada di ruang lain dengan bak plastik berisi air dan seorang bayi di dalamnya. Itu situasi yang canggung, tapi perlahan mereka berhasil menyelesaikannya,” kenang Joan Monfort.
Fakta unik yang kedua yaitu Terlupakan Selama Belasan Tahun. Setelah kalender amal itu terbit untuk tahun 2008, foto-foto tersebut disimpan di arsip dan terlupakan.
Keluarga Lamine Yamal menyimpannya sebagai kenangan pribadi yang berharga, tanpa pernah menyangka apa yang akan terjadi di masa depan.

Lamine Yamal tumbuh besar, masuk ke akademi legendaris Barcelona, “La Masia”, dan menunjukkan bakat yang luar biasa hingga berhasil menembus tim utama Barcelona di usia yang sangat muda, sama seperti jalan yang ditempuh Messi dahulu.
Fakta Unik yang ketiga, yaitu ketika Album Lama Terbuka Kembali, foto tersebut viral ke Seluruh Dunia. Foto ini baru meledak dan diketahui publik secara luas pada Juli 2024, tepat saat gelaran Euro 2024 sedang berlangsung.

Ayah Lamine Yamal, Mounir Nasraoui, mengunggah foto tersebut di akun Instagram-nya dengan caption “El comienzo de dos leyendas” (Awal mula dari dua legenda).
Dunia internet langsung gempar. Orang-orang terkejut melihat fakta bahwa bayi yang dimandikan oleh Messi 17 tahun lalu adalah Lamine Yamal, bocah ajaib yang saat itu sedang mengacak-acak pertahanan lawan di Euro 2024 bersama timnas Spanyol.
Fakta keempat yaitu seolah semuanya, bak telah ditakdirkan oleh alam. “Sentuhan Magis” yang menjadi kenyataan. Ya, Narasi ini menjadi begitu puitis karena yang terjadi setelah foto itu viral, sangatlah mengejutkan dunia.
Lamine Yamal Menaklukan Eropa, hanya beberapa hari setelah foto itu viral, Lamine Yamal yang baru berulang tahun ke-17 berhasil membawa Spanyol menjuarai Euro 2024 dan dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik turnamen.
Estafet Generasi; di belahan dunia lain pada waktu yang hampir bersamaan, Lionel Messi juga memimpin Argentina menjuarai Copa América 2024.
Dan mereka kembali bertemu di Laga Final Piala Dunia 2026 (Finalissima); Karena kedua negara mereka juara, takdir membawa mereka untuk saling berhadapan di laga bertajuk “Finalissima” (laga yang mempertemukan juara Euro dan juara Copa América).
Bayi yang dulu dimandikan kini tumbuh besar, sejajar, dan siap bertanding melawan sang mentor di atas lapangan hijau.
Banyak penggemar sepak bola berseloroh bahwa dalam air mandi itu, Messi secara tidak sengaja “mentransfer” sebagian ilmu dan sihir sepak bolanya kepada Lamine Yamal.
Kisah ini kini tercatat sebagai salah satu kebetulan paling indah dan legendaris dalam sejarah olahraga. Selamat menikmati Laga Pamungkas Piala Dunia 2026, pada laga Final antara Spanyol Vs Argentina, yang akan digelar nanti 19 Juli waktu Amerika Serikat, atau 20 Juli Waktu Indonesia Barat jam 02.00 WIB.
Penulis : VM. RISTO
Editor : VA PAULO

